Monday, August 31, 2009

(Khayalan) Pejuang terlupakan

Pak Dirman dan rekan gerilyawan
mereka lupa pada semangatku
yang tandu panglima satu paru
patahkan agresi militer benalu

Sampai bertongkat ku berjalan
tertatih dirundung kemiskinan
undangan peringati hari merdeka
tak ubahnya tempat tidur dipan
kursi karet dan lantai tanah

oh, jangan jangan!

Pak Dirman, rekan rekan gerilyawan
ayo, kita kembali pindah gunung, pindah hutan
patahkan agresi rezim kerakusan

Indonesia kita masih kesulitan
kemerdekaan hanya baru slogan

2 comments:

  1. ey mana puisimu lagi? brenti kerja gak berarti berenti nulis duoonk, hahahay..

    ReplyDelete