Saturday, October 23, 2010

Lama tak bersua

Apa kabar kawan?
kampung kita sekarang
banyak perubahan

Pemuda-pemudi sepi
mereka pilih lari
(ke kota) kejar gengsi

Padahal cuma jadi mesin
pembangun kekuasaan
yang miskin kemanusiaan

ahh, aku jadi terkenang
dahulu menjelang petang
lari-lari ramai-ramai
telusuri pematang

Wednesday, October 20, 2010

Mendaki

Langkah kaki
di tanah basah
saat matahari

;embun, kabut
masih rebah
di pelepah mimpi

Tulang gigil
darah, waktu beku
disekap angin terjal

Dada getar
nafas tersengal
ditekan sunyi

Angkat hati
angkat kaki

Demi bebas
yang membekas

Sunday, October 17, 2010

waktu bocah

Aku menangkap
butir hujan pertama

Menghirup dalam
bau tanah basah

Jingkrak-jingkrakan
main bola dalam hujan

Jakarta bermimpi

Pagi, di jantungku
burung-burung menari
orang-orang jalan kaki
mandi sinar mentari
hirup aroma kopi

Siangku rindang
berpagar kokoh
pohon, dedaunan
yang ramah melambai
dan teduh membelai
mata, hati para pemimpi
yang tertawa di kebun
wujudkan mimpi
makan nasib
garapan sendiri

Soreku menjelang
mereka basuh keringat
dan rendam lelah
ke dalam kali cerah
sambil pandangi perawan
berbalut selendang
sedang cuci cintanya
yang ranum, baru matang
*Inspired from: mimpi Jakarta
By: ruang kosong

Monday, October 11, 2010

Cerita Pagi

Ada burung singgah
di depan rumah

Ia bernyanyi
bersama pagi
bersama matahari

"Apa kabar?" tanyaku,
mantap ia menjawab
dengan lagu riang
sembari lincah
mencari remah-remah

Aku jadi ingat Nia Daniati
nyanyi tentang burung

Dalam liriknya, puisi berdendang:
"burung saja (yang) terbang
tak pernah lupa pulang
ingat sarang, anak, isteri (tersayang)"

;Nina bobo darimu
tadi malam