Saturday, December 5, 2015

Sia-sia (II)

Kupanggil namamu, perempuanku
karena resah malam ini gerimis
mengguyur jiwa yang meringis
ingin lagi ingat wangi nafasmu;
wahai, ke telingamu, sampaikah?

Kupanggil namamu, perempuanku
Sembari kutulis puisi ini
karena kata-kata adalah kenangan
yang nyaris habis ditelan uban,
menetes hangat lewat jari tangan

2 comments:

  1. nama jadi memori
    di otak dan di hati
    kata-kata hanya jadi puisi
    yang berusaha mencari makna

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete