Sunday, October 23, 2011

Gombal-gembel

I.
Wahai perempuan
kamu pasti pemain drum
sebab, bila kau tersenyum
hatiku berdegup seolah ditabuh

II.
Wahai perempuan
kamu pandai sekali mengecat
sampai hatiku warna-warni
bila dengan dirimu dekat

III.
Wahai perempuan
memang benar dunia ini bundar
sebab, kemanapun aku telah pergi
pasti kembali bertemu kau lagi

Kuda Besi (tak pernah ibadah)

Sungguh celaka nasib motorku
pagi buta sudah harus terjaga
lantas berkemas seraya cemas,
bingung, segudang kerjaan masih gantung

Pulang, setelah petang tenggelam
begitu terus dalam sepekan
belum kalau ada rapat dadakan
angin malam adalah teman

Padahal dahulu santai hidupnya
cuma keluyuran mal, bioskop,
pacaran ke pantai, kebun binatang,
atau ke hotel berfasilitas restoran

Malah kalau masih tanggal muda
atau sedang ada rejeki
yang nomplok tiba-tiba
sesekali ku ajak pijat di pusat kota

Wednesday, August 31, 2011

Suaramu

Sayup terdengar
dari sela mimpi
memanggilku,
menguntai sepi

Monday, August 8, 2011

Perempuan(ku)

Laksana cuaca
lekas kau berubah

Pagi, tersenyum cerah,
mentari hangatnya kalah

Siang, panas darah
intinya aku adalah payah

Malam, berawan hitam
minta dilarut dalam genggam

Sunday, August 7, 2011

Subuh yang gerimis

Helaan nafas dalam hisapan rokok
membuat rintik rindu makin deras
basahi mata di pagi yang buta