Wednesday, November 4, 2015

Lupa luka

Aku tidak tahu
lama waktu yang dibutuh
agar hati lekas sembuh
tiada lagi kau untuk disentuh

Mungkin lebih banyak
dari malam-malam
yang telah terbuang
menghitung bintang-bintang

Namun puisi singkat
yang darimu ku dapat
tentang keresahan,
tentang kesendirian
(hai, apa kabar?)

Secepat kilat ku balas 
dengan rindu rasa,
tentang rindu rupa
(hai juga, saya baik,
kamu apa kabar?)

Canda tawapun pecah
nostalgia berserakan,
jumlah bintang-bintang
luput ku tuntaskan

Wednesday, May 27, 2015

Sajak harus Pisah

Ada yang bilang,
Cinta kita belang
kalau jadi seranjang
anaknya pantang


;Rusak logika,
hati kok dilarang!

Ada rekomendasi,
coba kalian lari 

paksa beranak
dan kenalkan ubi

;Lelucon,
beranak kok lari!

Menurut hemat saya
Tuhan mu, Tuhan saya
pertemukan kita
agung pasti maksudnya


Maka terserah
orang membual apa
karena menyayangimu
aku tiada lelah

Wednesday, April 15, 2015

16 April 2015

Palsu jaman blusukan
sebab bikin peraturan
kaca mata kuda,
cuma dari baliķ meja

Basi kabinet kerja
karena nasib kami, pekerja
dibegal aturan dagang
nyawa dapur melayang

Tirani

Mentri bukan tuhan,
fermentasi bukan oplosan
kaji ulang aturanmu tuan
atau kami tumpah ke jalan

(;Aksi Keprihatinan Pekerja Industri Minuman 
  Mengandung Etil Alkohol (Gol. A) Indonesia)

Sunday, April 5, 2015

Kartini

Wajah kamu
yang manis mungil
seperti anak kecil
sering mampir di mataku

Sunday, March 29, 2015

Doa Bapak (Kami)

Selamat pagi Tuhan,
puji dan syukur 
atas bubur-telur di mangkuk, 
dan obat yang akan kuteguk

Aku percaya, itu semua
Roh Kudus, bagiku 
bagi separuh kaki tanganku
yang sedang mati suri

Tuhan yang baik,
pasti gurih sarapanku
digarami isi hati 
yang menetes pelan
; rindu fungsi tubuh kanan

Aku percaya, itu semua
cinta kasih, bagiku,
bagi keluarga kecil kami,
agar tabah bersukacita

Selamat makan Tuhan
terima kasih
Amin