Belum genap satu menit
kita bergenit-genit
celanaku sudah sempit
Monday, March 9, 2015
Tuesday, February 24, 2015
Angel of Death
Di tanah Goshen ini
terlalu lama Firaun jadi tuhan
Bersiaplah! akulah sabit gelap
yang mencabut dalam senyap
semua nyawa putra sulung
manusia, binatang, tidak peduli
Bila berdarah pintu rumah
persembahan lunas sudah
sabit tidak akan terayun
dan aku merayap, berlalu
terlalu lama Firaun jadi tuhan
Bersiaplah! akulah sabit gelap
yang mencabut dalam senyap
semua nyawa putra sulung
manusia, binatang, tidak peduli
Bila berdarah pintu rumah
persembahan lunas sudah
sabit tidak akan terayun
dan aku merayap, berlalu
Monday, January 19, 2015
Ide
Janganlah bersedih
dan teteskan air mata
dari luka, dari hati
Hidup
hanya sekali
dan kesempatan kedua
seperti bangkit dari mati
Alangkah baiknya
jarak dan perbedaan
kita biarkan kesepian
Sementara kita,
setiap hari lepas rindu
lebih manis dari waktu lalu
jarak dan
kita biarkan kesepian
Sementara kita,
setiap hari lepas rindu
lebih manis dari waktu lalu
Tuesday, September 16, 2014
Mother The Hero
Mama,
hari ini aku naik pangkat
buah dari tahunan keringat
dan tetap mabuk semangat
di pabrik bir setempat
Oleh karena itu
aku beli hari ini
sepasang sepatu baru
yang manis untukmu
Walau tak semahal air mata
yang kau teteskan di setiap doa
tapi baru itu yang aku bisa
Supaya saat joging, arisan,
pergi Gereja atau jalan-jalan
surgaku tak pernah lagi terluka
;Kalau buat bapak, aku beli apa ya Ma?
hari ini aku naik pangkat
buah dari tahunan keringat
dan tetap mabuk semangat
di pabrik bir setempat
Oleh karena itu
aku beli hari ini
sepasang sepatu baru
yang manis untukmu
Walau tak semahal air mata
yang kau teteskan di setiap doa
tapi baru itu yang aku bisa
Supaya saat joging, arisan,
pergi Gereja atau jalan-jalan
surgaku tak pernah lagi terluka
;Kalau buat bapak, aku beli apa ya Ma?
Saturday, August 30, 2014
Rayuan
Senyumlah nona!
rindu ini kumat
butuh pelangi
dari bibirmu yang hangat
Meski manis tiada kurang
waktu dari matamu
luka berlinang
Tapi tulangku hilang
jiwa seolah-olah terbang
tiap kali memandang
pelangi itu kau bentang
rindu ini kumat
butuh pelangi
dari bibirmu yang hangat
Meski manis tiada kurang
waktu dari matamu
luka berlinang
Tapi tulangku hilang
jiwa seolah-olah terbang
tiap kali memandang
pelangi itu kau bentang
Subscribe to:
Posts (Atom)
