Kayu itu dipikul ke atas
sementara di bawah
semua sibuk hitung pajak
Darah menetes di aspal
ditutup spanduk janji
agar bukit terlihat rapi
Ia jatuh tiga kali
tak ada yang peduli
semua sibuk memaki
Di ujung jalan,
salib menantang awan
seperti kekuasaan
dan penderitaan
memeluk kesunyian

No comments:
Post a Comment