Tuesday, September 15, 2026

Lari Pagi

Aku lari, membelah gang sempit
dinding-dindingnya mabuk puisi,
catnya lepas, seperti serpihan kulit 
sesekali motor melintas, mengiris sunyi

Selokan penuh bungkus mi, puntung-puntung sajak,
dan sisa malam yang tak sempat mandi
sementara tikus got pecah di aspal yang sesak
entah ulah motor, atau terlindas sunyi tadi

Aku terus berlari

Bicara dengan bayang sendiri
ditemani temaram yang belum mati
dan aroma got yang menusuk
tanpa permisi, tanpa basa-basi

Aku masih berlari,
napas memburu
keringat campur debu
menginjak kenangan yang keruh

ahh hidup memang kasar,
belepotan,
kadang bising, kadang bau
seperti jalur yang kulewati

Tapi aku tetap berlari
mengejar pagi
yang bangun dari runtuhnya mimpi


No comments:

Post a Comment