Tuesday, August 31, 2010

Dingin

kuyakin pasti demikian
dalam kuburku nanti
seperti malam yang sunyi
tanpa sentuhan perempuan



*Inspired by: Dingin (ruang kosong)

Monday, August 30, 2010

Premanisme

Di negara kami yang kasar
dan didominasi gusar
ngangkang di pertigaan
adalah garis tangan

Siapa kurang cekatan
sedetik ke depan
dingin di pinggir jalan
Ditikam nasib, dilupakan

Di hirarki kami yang laknat
bedebah kuat mati kekuasaan
bajingan tengik yang menggantikan
semua berlangsung seperti kilat

Mata dibalas mata
darah dibayar darah
hukum purba
yang pemali berubah

Saturday, August 28, 2010

27 Agustus 2010

Andai hadiahnya
kau dan hatimu

;Bukan air mata
dan kepergianmu

Thursday, August 19, 2010

Kita (buah semangka berdaun sirih)

Ibarat melangkah,
kanan pertama
kiri kedua
terhitung jari

Lebih dominan
kanan kiri
maju bersamaan

Monday, August 16, 2010

Menajiskan

Kita kumpul di sini
untuk menghujat
manusia rendah ini
membusuk, sendiri

Mari kita berdoa
agar jiwanya hanyut,
terbengkalai selamanya
di kawah kematian

Telanjang, terluka,
berulang-ulang
tiada pernah disurgakan

Monday, August 9, 2010

Rapuh

Di antara lengang jalan
dan kupu-kupu malam

Ciuman kita
terganggu daun jatuh
yang tertiup angin
lalu entah kemana

"Daun itu, sepertimu
yang sebentar, berlalu!"
katamu

Kita kemudian asing
tersesat dalam ragu

Friday, August 6, 2010

Sajak

Laki-laki bebal
yang diplomasi
dari bibirnya
diusung keranda